Rabu, 04 Oktober 2017

tugas sistem operasi

1. Mengapa terjadi buffering?
Buffer adalah sebuah daerah memori yang menyimpan data ketika data tersebut ditransfer antara dua perangkat atau antara sebuah perangkat dan sebuah aplikasi. Buffering digunakan karena tiga alasan, antara lain:
Untuk mengatasi perbedaan kecepataan antara produsen dan konsumen dari sebuah aliran data .� Sebagai contoh, sebuah berkas diterima melalui sebuah modem dan disimpan ke harddisk. Kita tahu bahwa modem itu ribuan kali lebih lambat daripada harddisk. Sehingga sebuah buffer dibuat pada memori utama untuk menampung jumlah byte yang diterima dari modem. Ketika semua data sudah sampai di buffer, buffer dapat ditulis ke disk dengan operasi tunggal. Karena penulisan ke disk tidak terjadi seketika dan modem masih membutuhkan ruang untuk menyimpan data tambahan yang masuk maka digunakanlah dua buffer. Setelah modem mengisi buffer pertama, penulisan ke disk dilakukan. Modem kemudian mulai mengisi buffer kedua sementara buffer pertama ditulis ke disk. Pada saat modem sudah mengisi buffer kedua, penulisan disk dari buffer pertama seharusnya sudah selesai sehingga modem dapat menggunakan kembali buffer pertama ketika buffer kedua melakukan penulisan ke disk. Metode ini disebut double buffering.

Untuk menyesuaikan antara perangkat-perangkat yang mempunyai perbedaan ukuran transfer data .� Perbedaan ukuran transfer data ini sangat umum terjadi pada jaringan komputer dimana buffer digunakan secara luas untuk fragmentasi dan pengaturan kembali pesan-pesan. Pada bagian pengiriman, pesan yang ukurannya besar akan dipecah-pecah menjadi paket-paket kecil (fragmentasi). Paket-paket ini dikirim melalui jaringan, di ruang penerimaan, paket-paket kecil tadi diletakkan dalam buffer untuk disatukan kembali.

Untuk mendukung copy semantic pada aplikasi M/K .� Sebuah contoh akan menjelaskan arti dari copy semantic. Misalkan sebuah aplikasi mempunyai buffer data yang ingin dituliskan ke disk. Aplikasi tersebut akan memanggil system call write, lalu menyediakan sebuah pointer ke buffer dan sebuah bilangan bulat (integer) yang menspesifikasikan jumlah byte yang ditulis. Setelah system call tersebut selesai, apa yang terjadi jika aplikasi mengubah isi buffer? Dengan copy semantic, versi data yang ditulis ke disk sama dengan versi data pada saat aplikasi memanggil system call write , tidak tergantung dengan perubahan apapun yang ada pada buffer. Cara sederhana sistem operasi dapat menjamin copy semantic adalah untuk system call write dengan menyalin data aplikasi ke buffer kernel sebelum mengembalikan kontrol ke aplikasi. Penulisan ke disk dilakukan dari buffer kernel sehingga perubahan yang terjadi pada buffer aplikasi tidak mempunyai efek apapun. Menyalin data antara buffer kernel dan buffer aplikasi adalah hal yang umum dalam sistem operasi, kecuali overhead yang ada pada clean semantic. Efek yang sama dapat diperoleh dengan hasil yang lebih efisien dengan penggunaan yang cermat pada pemetaan memori virtual dan perlindungan halaman copy-on-write.

2. Dmn peran sist. Oprasi pd proses buffer?
Buffering terjadi karena untuk mendukung copy semantics untuk aplikasi I/O. aplikasi tersebut mengubah isi dari buffer, dengan copy semantics, keutuhan data yang ingin ditulis sama dengan data waktu aplikasi ini memanggil sistem untuk menulis, tidak tergantung dengan perubahan yang terjadi pada buffer. Sebuah cara sederhana untuk sistem operasi untuk menjamin copy semantics adalah membiarkan sistem penulisan untuk mengkopi data aplikasi ke dalam buffer kernel sebelum mengembalikan kontrol kepada aplikasi yang ingin ditulis sama dengan data waktu aplikasi ini memanggil sistem untuk menulis, tidak tergantung dengan perubahan yang terjadi pada buffer. Sebuah cara sederhana untuk sistem operasi untuk menjamin copy semantics adalah membiarkan sistem penulisan untuk mengkopi data aplikasi ke dalam buffer kernel sebelum mengembalikan kontrol kepada aplikasi.  Jadi penulisan ke disk dilakukan pada buffer kernel, sehingga perubahan yang terjadi pada buffer aplikasi tidak akan membawa dampak apa-apa. Mengcopy data antara buffer kernel data aplikasi merupakan sesuatu yang umum pada sistem operasi, kecuali overhead yang terjadi karena operasi ini karena clean semantics. Kita dapat memperoleh efek yang sama yang lebih fisien dengan memanfaatkan virtual-memori mapping dan proteksi copy-on-wire dengan pintar.

3. Adakah kaitan antara proses buffer dgn penjadwalan pd sist oprasi?

4. Tuliskan 3 alasan terjadi nya buffer?
-Alasan pertama adalah untuk menanggulangi kesalahan yang terjadi karena perbedaan kecepatan antara produsen dengan konsumen dari sebuah stream data. 
-Alasan kedua dari buffering adalah untuk menyesuaikan device-device yang mempunyai perbedaan dalam ukuran transfer data
-Alasan ketiga untuk buffering adalah untuk mendukung copy semantics untuk aplikasi I/O

-Untuk mengatasi perbedaan kecepataan antara produsen dan konsumen dari sebuah aliran data 
-Untuk menyesuaikan antara perangkat-perangkat yang mempunyai perbedaan ukuran transfer data
-Untuk mendukung copy semantic pada aplikasi M/K

5. Apakah sama Spooling dgn buffer
Buffer adalah area memori yang menyimpan data ketika mereka sedang dipindahkan antara dua perangkat atau antara perangkat dan aplikasi sedangkan Spool adalah sebuah buffer yang berisi keluaran untuk sebuah perangkat, seperti sebuah printer dimana aliran data tidak dapat mengalir bersamaan

6. Adakah kaitan proses spooling dgn proses antre an pd sist oprasi

7. Gambarkan proses buffer
a. singgel buffering
Model single-buffered menulis pixels secara langsung ke dalam memori framebuffer yang aktif hasil parsial kemudian terlihat ini adalah terutama nyata ketika berusaha untuk membuat animasimerupakan teknik paling sederhana. Ketika proses memberi perintah untuk perangkat I/O, sistem operasi menyediakan buffer memori utama sistem untuk operasi.Untuk perangkat berorientasi blok.Transfer masukan dibuat ke buffer sistem. Ketika transfer selesai, proses memindahkan blok ke ruang pemakai dan segera meminta blok lain. Teknik ini disebut reading ahead atau anticipated input. Teknik ini dilakukan dengan harapan blok akan segera diperlukan. Untuk banyak tipe komputasi, asumsi ini berlaku. Hanya di akhir pemrosesan maka blok yang dibaca tidak diperlukan.

b. doublle buffering
Teknik untuk menggambar grafik yang menunjukkan tidak ada (atau kurang) merobek ,meliuk dan artefak lainnya. Peningkatan dapat dibuat dengan dua buffer sistem.Proses dapat ditransfer ke/dari satu buffer sementara sistem operasi mengosongkan (atau mengisi) buffer lain. Teknik ini disebut double buffering atau buffer swapping. Double buffering menjamin proses tidak menunggu operasi I/O.Peningkatanini harus dibayar dengan peningkatan kompleksitas.

c. circular buffering
Seharusnya melembutkan aliran data antara perangkat I/O dan proses. Jika kinerja proses tertentu menjadi fokus kita, maka kita ingin agar operasi I/O mengikuti proses. Double buffering tidak mencukupi jika proses melakukan operasi I/O yang berturutan dengan cepat. Masalah sering dapat dihindari denga menggunakan lebih dari dua buffer. Ketika lebih dari dua buffer yang digunakan, kumpulan buffer itu sendiri diacu sebagai circulat buffer. Tiap bufferindividu adalah satu unit di circular buffer.
8. Gambarkan proses spooling
Ketika sebuah aplikasi selesai mencetak keluarannya, sistem spooling akan melanjutkan ke antrian berikutnya. Pada beberapa sistem operasi, spoolingditangani oleh sebuah sistem proses daemon yaitu suatu sistem yang terus mengawasi apakah aliran data berjalan lancar. Pada sistem operasi lainnya,spooling ditangani oleh sebuah thread in– kernel. Pada kedua macam penangananspooling tersebut, sistem operasi menyediakan kontrol antarmuka yang membolehkan user dan sistem administrator untuk membentuk antrian, untuk membuang job yang tidak diinginkan sebelum job tersebut dicetak, untuk menunda pencetakan ketika printer diperbaiki, dan sebagainya.
Spooling system
9. Adakah kaitan antara proses interupsi pd buffer

10. Proses intruksi pd spooling
Ketika CPU mendeteksi bahwa sebuah controller telah mengirimkan sebuah sinyal ke interrupt request line (membangkitkan sebuah interupsi), CPU kemudian menjawab interupsi tersebut (juga disebut menangkap interupsi) dengan menyimpan beberapainformasi mengenai state terkini CPU--contohnyanilai instruksi pointer, dan memanggil interrupt handler agar handler tersebut dapat melayani controller atau alat yang mengirim interupsi tersebut.

Kamis, 13 Juli 2017

TUGAS ARTIKEL STARTUP

Bukalapak.com adalah ecommerce di Indonesia yang dikenal kuat di niche sepeda. didirikan awal 2010 dengan sumber daya sangat terbatas, dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, Bukalapak.com telah menjadi ecommerce yang sangat diperhitungkan, memiliki 25,000 seller dan 60,000 user, pada pertengahan tahun 2011 Bukalapak.com mendapatkan suntikan dana dari Batavia Incubator untuk ekspansi.
Mari kita simak kisah bagaimana Achmad Zaky, founder dan CEO Bukalapak mendirikan dan membesarkannya dan seperti apa konsep-konsepnya dalam membangun sebuah bisnis.
How to start & get idea
Start awalnya dari ide. Tapi ya ide cuma ide kalau tidak dieksekusi, makanya langkah berikutnya adalah eksekusi, eksekusinya harus continue, terus menerus, fokus dan konsisten, jangan melihat bisnis hanya 6 bulan atau 1 tahun, mikirnya harus long term 6 tahun. Tim penting sekali, di Bukalapak ataupun Suitmedia, recruiting menjadi proses yang luar biasa penting, kami tidak ingin class B people masuk, kami inginnya class A people, orang yang punya kompetensi dan passion, sevisi dengan kita, chemistrynya ada.  3C  yang kami pegang terkait recruitment adalah Commitment, Capability atau Competency satu lagi Compatibility. Harus satu budaya, satu pemahaman, satu pemikiran.
Bagaimana cara dapat ide yang bagus ?
Ide selalu datang dari masalah yang kita hadapi dan kemudian kita hubungkan kompetensi apa yang kita miliki dengan ide atau peluang yang ada, misalnya dulu saya bangun Suitmedia, kami membangun kompetensi untuk membuat website dan desain yang bagus untuk klien, me-marketingkan website dan sebagainya. Di saat yang sama teman-teman kami sering tertipu saat belanja online, hal-hal seperti ini menjadi pijakan untuk kami membuat Bukalapak.com yang ternyata bisa jalan, karena kami punya kompetensi dalam membuat dan me-marketingkan website. Jadi, selalu berawal dari titik apa yang kita punya. Suitmedia dulu berawal dari kompetensi para foundernya di engineering, lalu kami menarik orang design, kok rasanya kompetensi kami di design juga oke, akhirnya kami buat produk yang ternyata jalan.
Kalau Hijup idenya berasal dari karyawan kami, ada yang nyeletuk pingin punya ide jual jilbab online, momentnya pas saat ramadhan, ya sudah kami coba. Kebetulan di kantor ini kami sangat terbuka akan ide. Jika teman-teman ada ide dan manajemen merasa punya potensi pasar, ya sudah kami coba jalankan. Karena resources kami di Suitmedia sudah ada semua, Suitmedia sebagai engine titik awal kami.
Jadi fokus di kompetensi saja, jangan fokus di sesuatu yang bukan di kompetensi kita.
Ide tidak hanya di awal, tetapi juga ada di proses, justru ide yang ada di  saya cenderung setuju kalau ide itu cheap, yang penting eksekusi. Ide gampang ditiru tetapi eksekusinya yang luar biasa sulit ditiru dan tentu saja eksekusi butuh ide. Ide mau buat produk apa, ide untuk menggaet user, strateginya seperti apa, justru saya melihat ide ada di dalam proses.
Masuk niche sepeda karena tidak sengaja
Bukalapak dimulai pada Februari 2010.
Kenapa kami masuk di niche sepeda ?  karena … tidak sengaja !
Tool marketing kami saat itu hanya Facebook. Kami spend Facebook ads hanya sedikit, kami tidak spend budget untuk Adwords, tidak spend budget untuk iklan di majalah, hanya dari teman ke teman yang mengajak join Bukalapak, kami add teman-teman di Facebook dan mengajak mereka. Bahkan orang yang kami tidak kenal juga kami add, misalnya orang yang me-like fanspage suatu toko online, kami kan tidak kenal dan kami hanya merasa orang-orang me-like toko online harusnya suka jualan online. Saat itu kami benar-benar ketok pintu.
Kebetulan kebanyakan dari orang yang kami add ini suka sepeda. Kami juga terbantu beberapa moment seperti sepeda fixie yang waktu itu cukup dashyat, juga Car Free Day.
Kombinasi dari kontinuitas, fokus, targeted pada orang-orang yang menurut kami suka jualan online konsisten mendekati calon pembeli, juga faktor luck karena trend sepeda sedang rising. Hal seperti ini yang akan membangun Bukalapak.com
Pada saat itu hanya 3 orang yang terlibat di Bukalapak, 1 staf full time, 1 bantu-bantu karena aslinya engineer, lalu terakhir saya sendiri, yang paling massive mengundang orang masuk Bukalapak waktu itu saya di sela-sela pekerjaan di Suitmedia atau malam harinya setelah pekerjaan selesai. Itulah kenapa saya memutuskan pindah dari Suitmedia untuk fokus di Bukalapak, karena yang banyak memperjuangkan di awal juga saya, ide Bukalapak waktu itu juga berasal dari saya.
Hal seperti ini dilakukan oleh hanya 2 orang staf kami, 1 staf bantu-bantu karena aslinya engineer, jadi ya 1 orang saja sebenarnya, dibantu oleh saya kami lakukan secara berkelanjutan, sehari 1 orang bisa mengajak 100 orang lewat Facebook messages untuk mengajak orang berjualan di Bukalapak.
Kami menganggap progress Bukalapak saat ini tidak secepat yang kami bayangkan, cobalah lihat Pinterest, Twitter yang tractionnya dahsyat. Dengan pertumbuhan seperti sekarang, mungkin butuh 10 tahun baru bisa selevel dengan tier two website, seperti Okezone misalnya, oleh karena itu kami harus bekerja lebih keras.
Kalau dengan 2 orang staf kami bisa jalan, dengan 10 orang harusnya kami bisa lebih cepat, cara berpikir saya seperti itu, kalau ternyata hasilnya tidak begitu ya berarti ada yang salah.
Traction dan Memecahkan Masalah di Ecommerce
Untuk mendapatkan traction atau result bagus dari suatu marketing effort, startup harus menyelesaikan masalah yang besar atau yang paling matter.
Kalau di Indonesia, untuk E-commerce, challenge di Indonesia itu kepercayaan. Kalau saya tanya kenapa belum belanja online, dari 10 orang yang saya tanya, 8 menjawab tidak percaya, apakah barang yang dibeli bisa sampai,  sampainya cepet atau tidak, barangnya apakah cocok dengan ekspektasinya, dari 8 orang ini, 2 orang di antaranya menjawab takut tertipu, menurut saya sebenarnya bukan masalah keamanan, tetapi masalah kepercayaan. Jadi kami harus fokus bagaimana menyelesaikan masalah kepercayaan ini, misalnya mengedukasi seller.
Di ecommerce ada 2 sisi : seller dan buyer. Masalah di sisi seller adalah bagaimana mereka dapat revenue tinggi dan sebaliknya buyer butuh seller yang menjual barang bagus. Keduanya ini harus di manage.
Saya pernah ketemu counter HP, barangnya dia murah, terus saya tanya kenapa tidak jual online? Dia jawab “takut perang harga, di semua forum online pada nawar-nawar, kompetitor juga ikut menurunkan harga”. Kecenderungan sekarang, jualan online juga jadi ajang price war, di sisi lain, pengusaha online ini juga tidak punya brand. Seharusnya mereka bisa menonjolkan service dan kelebihan dia yang lain. Online shop seharusnya branded.
Kami sering membuat kisah sukses dari seller online lalu kami sebar ke Twitter, gunanya untuk mengedukasi rekan-rekan seller bahwa untuk menjadi seller terpercaya itu penting sekali, sekarang juga ada beberapa seller yang berani jual sedikit mahal, karena memiliki banyak rekomendasi, sehingga buyer memilih bayar lebih mahal tetapi barang sampainya cepat dan terpercaya. Aspek ini yang masih kurang di sisi online, saat ini mayoritas buyer melihat semua seller sama saja, price war diutamakan, walaupun ada buyer yang bisa menyelidiki seller mana yang sudah aktif di berbagai forum online, tetapi orang awam tidak bisa membedakan.
Kredibilitas toko online sangat dipengaruhi oleh good experience. Kalau jualan barang, barangnya harus bagus, sampai ke pihak buyer juga harus bagus, packagingnya harus bagus, sampainya cepat. Hal seperti ini banyak sekali pekerjaan rumahnya, kadang di online marketplace juga ada seller yang deskripsinya tidak sesuai dengan barangnya, ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi online marketplace di Indonesia untuk bareng-bareng mengedukasi seller.
Fundraising
Fundraising itu sebenarnya alat untuk tumbuh mencapai visi kita. Tetapi saya melihat banyak startup yang menjadikannya tujuan.
Kalau kita tidak butuh alat, dan sudah punya alat lainnya ya kita tidak tidak perlu pakai.
Di Hijup, kami bisa profitable since first month, tidak butuh fundraising, kalau dikasih duit malah bingung buat apa?
Kalau Bukalapak, memang berbeda, sangat challenging, visinya menyediakan service bagi penjual dan pembeli supaya saling percaya via online, business modelnya unik, sekarang belum ada business model marketplace yang untung, kebanyakan tidak mengenakan charge ke user. Kompetisinya sendiri juga ketat, sehingga kami butuh “bensin” dalam bentuk fundraising supaya bisa bernafas lebih lama.
Bagaimana cara dapat fundraising? Kerja. It’s all about execution & performance, dana yang didapat itu digunakan untuk bekerja, yang menentukan nilai perusahaan kita itu ya hasil kerja kita. Kalau kerjaan kita bagus, investor akan respek dengan kita.
Kadang ada juga investor series A 10 miliar, saya bahkan harus menahan-nahan tawaran ini, karena tidak masuk akal, kami saja merasa belum show dan harus menyiapkan dapurnya.
Di Bukalapak kami cenderung ngirit dan hati-hati, tidak sembarang eksekusi strategi, hiring karyawan banyak-banyak dengan dana dari investor, saya ngetes dulu, misal kalau mau kampanye sosial media dengan target 100 ribu follower, jangan langsung bayar kanan kiri untuk tweet berbayar. Karena bisnis itu perjalanan long term, marathon, bukan sprint. Simpan dana sedikit-sedikit, yang tadinya habis 1 tahun, kalau hemat bisa tahan sampai 3 tahun. Sampai pada titik tertentu kalau kita lihat dapat tractionnya, lalu berpikir untuk expand, baru kita perlu fundraising. Misal ide kita bekerja di Jakarta, kita tes lagi di Bandung, bisa jalan, berarti make sense dong kalau kita spend budget untuk expand ke Surabaya, Semarang dan kota lainnya karena sudah ada role modelnya di Jakarta dan Bandung.
Kalau sekarang, sepeda sebagai role model tidak mudah diduplikasi ke lainnya karena momentum niche sepeda yang unik, business model kami juga belum siap untuk diduplikasi, kalau dipaksakan, kami kuatir business modelnya kurang kuat.
Saya melihat banyak startup yang besar sudah menemukan business model yang pas dan menghasilkan uang, Amazon dari awal sudah generate money, Ebay di hari pertama launching sudah generate money, untuk upload buyer harus bayar, Rakuten juga ada fixed monthly fee dan fee transaction.
Jadi kalau pendapat saya, business modelnya harus benar-benar bekerja dulu baru lakukan fundraising.
Bootstrapping
Saat Bukalapak baru ada 3 orang (hanya 2 staf dan saya sendiri, 2 orang ini pun sambil mengerjakan project di Suitmedia), kami disubsidi oleh Suitmedia, resource kami sangat terbatas, it’s all about priority, kami harus fokus pada apa yang really matter.
Satu orang ngurus teknologinya, satunya ngajakin orang. Sudah, tidak usah hiring-hiring lagi sampai itu jalan.
Prinsip ini kami pegang sampai sekarang. Apa yang paling penting itu kami kerjakan satu hal itu dengan sangat fokus. Kalau sambil mikirin yang lain, bisa tidak fokus, tidak bisa detail dan bisa-bisa tidak ada hasilnya.
Kalau investor datang, saya cenderung tidak minta-minta, saya percaya kami punya power untuk menghasilkan performance bagus, tidak di funding pun kami juga bisa jalan walaupun agak pelan.
Founder Bukalapak
Founder Suitmedia/Bukalapak awalnya saya, Achmad Zaky dan Nugroho, kami berdua dari Teknik Informatika ITB.
Fajrin teman dekat saya, masuk belakangan ke Bukalapak, resign dari BCG (Boston Consulting Group), cerita tentang Fajrin ini juga menarik.
Saya sendiri jujur sebelum memulai memulai ini semua, lulus kuliah saya apply ke BCG dan Mckinsey. Goal saya waktu itu Cuma 2 : Kerja di tempat yang paling bagus, which is BCG dan Mckinsey waktu itu. Tetapi saya gagal dapat pekerjaan di dua tempat ini, di dua tempat ini rata-rata mereka hanya hiring 1 orang, sangat challenging. Lalu saya rekomendasikan Fajrin, saat itu dia belum business minded, sangat scientist minded karena hobinya matematika. Fajrin ikut test, terus lolos.
Berjalan setahun, kami berdua sering saling kontak, suatu saat Fajrin bilang ke saya kalau dia bosan, kurang challenging Di BCG dia advice strategi kepada konglomerat, bagi dia “that’s it” selamanya dia jadi advisor aja, dia ingin bangun sesuatu dari nol, lalu suatu saat, saya bilang ke dia, “Suitmedia jalan nih!” Kami punya client base yang bagus, kami ada kas cukup lumayan, ada Bukalapak, saya juga cerita kalau saya lagi ngobrol dengan Takeshi Ebihara dari Batavia Incubator, lalu dia tanya “wah? Beneran nih?” lalu Fajrin ikut gabung dan ikut deal dengan investor. Saat itu saya keder juga karena saya tidak sanggup menggaji dia begitu tinggi, akhirnya saya kasih share.
Saya sendiri backgroundnya technical, waktu kuliah tingkat tiga sempat buat startup Deft Technology namanya, coding sendiri, sempat punya warung! Benar-benar offline store, jadi saya ada background bisnis dan juga teknikal. Sejak SMA saya juga sering jualan kecil-kecilan. Tapi sebenarnya waktu baru mau masuk ITB tujuan saya cari kerja bagus dengan gaji besar, tapi sambil berjalannya waktu di ITB, saya merasakan perubahan, kata orang-orang di ITB sangat entreprenerial, karena lulusannya bisa jadi role model, ada Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, di sana imagenya entrepreneur itu keren. Makanya pilihan saya Cuma 2 : Kerja di perusahaan seperti Mckinsey, BCG atau buat perusahaan sendiri dan perusahaannya harus jadi besar.
Kami sering membicarakan valuasi saham kami dengan detail, valuasi saham dibangun dari kerja, setiap pekerjaan yang kita buat membuat nilai pekerjaan meningkat, semakin efektif dan semakin cepat kita kerja, membuat value perusahaan cepat naik. Senantiasa kami mencari cara bagaimana kita kerja yang menghasilkan value.
Kalau saya menilai perusahaan dari kas dan people, bila orang berani bayar untuk service kami, kas akan datang, makanya bagi kami, ngirit itu penting banget, harus yakin apa yang kita spend itu building value perusahaan.

Selasa, 09 Mei 2017

SCOPUS




Apa itu Scopus?
Dengan melihat cepatnya pertumbuhan cakupan riset ke ranah yang lebih bersifat global, interdisiplin, dan kolaboratif, kita memerlukan sebuah pusat data (database) yang mencakup fenomena-fenomena ilmiah yang pernah diteliti oleh berbagai tim riset dari seluruh dunia selama ini. Pusat data tersebut berguna untuk melihat apa yang sudah diteliti dan mengetahui kontribusi dari penelitian yang sedang kita kerjakan diantara literatur ilmiah yang sudah ada. Atau dengan kata lain melihat sejauh mana kontribusi ilmiah yang bisa ditawarkan kepada jurnal agar mau mempublikasikan hasil karya kita.
Salah satu entitas yang paling dikenal oleh para peneliti dunia adalah Scopus. Dimiliki oleh Elsevier, salah satu penerbit utama dunia, Scopus adalah sebuah pusat data terbesar di dunia yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah yang terbit sejak puluhan tahun yang lalu sampai saat ini. Bahkan, walau jumlahnya tidak signifikan ada beberapa literatur dalam pusat data Scopus yang sudah diterbitkan di jaman sebelum terjadi Perang Dunia II. Fungsi utama Scopus adalah membuat indeks literatur ilmiah untuk memberikan informasi yang akurat mengenai metadata masing-masing artikel ilmiah secara individual, termasuk di dalamnya adalah data publikasi, abstrak, referensi, dll.
Di samping itu, Scopus juga memberikan data agregat untuk menunjukkan tingkat pengaruh suatu jurnal (journal impact) atau institusi (institutional impact) dalam dunia publikasi ilmiah berdasarkan hubungan sitasi dari dan ke artikel-artikel yang diterbitkan oleh sebuah jurnal atau dipublikasikan oleh peneliti-peneliti dari suatu institusi. Maka, pengguna Scopus dengan mudah mendapatkan informasi mengenai apa yang sudah dipublikasikan oleh penerbit-penerbit atau lembaga-lembaga riset dari seluruh dunia; dan kemana sebaiknya kita mempublikasikan karya kita.
Isi/konten Scopus
Literatur inti yang disimpan dalam pusat data Scopus terdiri dari artikel di jurnal ilmiah, buku-buku, dan prosiding konferensi ilmiah. Bidang-bidang ilmiah yang terindeks dalam Scopus meliputi 4 kategori besar yaitu: (1) Ilmu-ilmu Hayati (life sciences) yang terdiri dari pertanian, biologi, ilmu syaraf/neuroscience, dan farmakologi; (2) Ilmu-ilmu Sosial (social sciences), mencakup seni & humaniora, bisnis & manajemen, sejarah, dan ilmu informasi; (3) Ilmu-ilmu Fisik (physical sciences), yaitu kimia, rekayasa/engineering, dan matematika; serta (4) Ilmu-ilmu Kesehatan (health sciences), terdiri dari kesehatan paramedik, kedokteran gigi, keperawatan, dan kedokteran hewan. Di samping itu, Scopus juga mencakup pusat data mengenai paten-paten yang telah didaftarkan di beberapa kantor paten utama dunia.

 
Cakupan indeks Scopus berdasarkan penerbit dan displin ilmu (Sumber: Scopus)

Secara detail, cakupan Scopus terdiri dari:
  • Jurnal Ilmiah
    • Jurnal-jurnal ilmiah yang terindeks Scopus adalah jurnal yang menerapkan konsep penilaian sejawat (peer-reviewed journals), baik berupa jurnal dengan akses tertutup (subscription-based) atau terbuka (open-access).  Terdapat sekitar 21.000 judul jurnal yang diterbitkan oleh lebih dari 5.000 penerbit dari seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.800 judul diantaranya berkonsep terbuka secara penuh dengan menarik biaya publikasi dari penulis (gold open-access journals).
    • Scopus juga mencakup lebih dari 365 publikasi yang diterbitkan spesifik untuk suatu bidang industri tertentu (trade publications).
    • Scopus juga mengindeks artikel-artikel yang sudah diterima (accepted) oleh jurnal-jurnal terindeks Scopus namun belum secara penuh dipublikasikan dalam suatu edisi jurnal terkait (article-in-press). Ada sekitar 3.750 jurnal dan penerbit yang juga memasukkan article-in-press mereka untuk diindeks oleh Scopus.
  • Buku
    • Ada sekitar 50.000 buku yang sudah terindeks Scopus, dan untuk tahun 2015 ditargetkan mencapai sekitar 75.000 judul buku.
    • Ada juga sekitar 420 judul buku berbentuk serial (book series) yang terindeks Scopus.
  • Makalah konferensi
    • Scopus juga mengindeks sekitar 6,5 juta makalah seminar dalam pusat data mereka. Artikel sebanyak itu berasal dari sekitar 17.000 konferensi ilmiah dari seluruh dunia.
    • Scopus mempunyai cakupan terhadap 100% data dari pusat data inSPIRE yang mengindeks konferensi-konferensi di bidang high-energy physics.
    • Scopus juga 100% mengindeks data konferensi-konferensi bidang ilmu komputer dari pusat data DBLP.
    • Dan masih banyak lagi dari institusi-institusi riset/asosiasi ilmuwan terkenal semacam IEEE, Society of Petroleum Engineers (SPE), European Society of Cardiology (ESC), American Society for Information Security (ASIS), Japan Society of Mechanical Engineers (JSME), dll.
  • Paten
Manfaat Scopus bagi Institusi Akademik, Pemerintahan, dan Korporasi
Scopus dirancang untuk melayani kebutuhan akan informasi penelitian bagi para peneliti, pengajar, administrator, mahasiswa, dan pustakawan dari seluruh penjuru dunia akademis. Baik dalam hal pencarian suatu informasi spesifik atau penjelajahan topik, penulis, maupun jurnal/buku, Scopus menyediakan titik awal yang tepat menuju kumpulan literatur berkualitas di bidang sains, teknologi, ilmu pengobatan, ilmu sosial, dan seni & humaniora.
Selain kekuatan utamanya sebagai mesin pencari, Scopus adalah sumber data utama untuk produk Elsevier lain yaitu SciVal. Data dari Scopus yang diintegrasikan ke SciVal sanggup memberikan petunjuk dalam menentukan arah strategis kebijakan institusi secara keseluruhan, mengevaluasi posisi relatif terhadap institusi-institusi lain, mengidentifikasi sumber pendanaan, memungkinkan kolaborasi yang lebih luas, dan mengukur performa seorang peneliti. Di samping itu, layanan Scopus Custom Data dan Elsevier Analytical Services juga menyediakan interpretasi akan pengetahuan-pengetahuan yang mendalam berbasiskan data (data-driven insights) ke bentuk tren penelitian dan dampak keseluruhan.
Khusus untuk pengguna korporat, manfaat Scopus sangat terasa dalam mengikuti perkembangan ilmiah, melacak riset-riset utama di masing-masing bidang, mengidentifikasi pemimpin-pemimpin utama dalam dunia keilmuan, dan mempertahan posisi di depan kompetitor. Dengan menggunakan Scopus, entitas bisnis dapat menggerakkan penemuan dan inovasi ke arah masa depan dan mendapatkan wawasan penting demi membuat keputusan bisnis yang cerdas.
Dilihat dari tinjauan di atas, secara garis besar manfaat Scopus dapat dibedakan berdasarkan 6 kategori pengguna:
Manfaat Scopus bagi Peneliti/Penulis
  • Peneliti/Penulis dapat mencari topik-topik maupun artikel-artikel yang relevan terhadap riset yang dijalani ketika melakukan fase kajian pustaka (literature review)
  • Scopus juga membantu peneliti/penulis dalam mengetahui perkembangan terbaru dalam dunia akademik dan pemerintahan
  • Para peneliti juga bisa menganalisis jurnal-jurnal berkualitas di disiplin ilmu masing-masing untuk memutuskan medium publikasi hasil penelitiannya
  • Scopus juga memungkinkan para penulis untuk mengetahui siapa saja yang membuat sitasi pada makalah yang pernah ditulis
  • Manfaat Scopus juga meliputi data mengenai jumlah sitasi yang didapatkan sebuah artikel atau seorang penulis, sekaligus mengidentifikasi peneliti-peneliti yang potensial untuk diajak kolaborasi
  • Scopus juga mungkin berguna dalam mencari informasi untuk mendukung aplikasi dana penelitian atau sejenisnya
Scopus untuk Pengajar & Mahasiswa
  • Scopus bermanfaat untuk mencari sumber-sumber pelengkap materi perkuliahan, termasuk mencari artikel-artikel pendukung dan gambar-gambar demi meningkatkan kualitas aktivitas perkuliahan serta memperkuat daya tarik mahasiswa terhadap materi yang diajarkan
  • Dalam kegiatan penelitian semasa studi (skripsi/tesis/disertasi), manfaat Scopus meliputi identifikasi artikel-artikel untuk membantu pembuatan kajian pustaka dan mendukung pengembangan tesis dan makalah riset
Kegunaan Scopus bagi Pustakawan
  • Scopus menyediakan akses terhadap pusat data sitasi literatur ilmiah berkualitas beserta abstrak gratis secara global
  • Scopus juga mempunyai kecepatan dan ketepatan akses terhadap teks lengkap artikel-artikel jurnal ilmiah berkualitas, dengan kata lain mengoptimasi investasi yang dikeluarkan oleh institusi
  • Ketersebaran dan akses sumber-sumber pustaka juga menjadi manfaat Scopus yang sangat penting
  • Bagi manajemen, manfaat Scopus juga meliputi informasi dan analisis mengenai jurnal-jurnal, buku, dan artikel-artikel yang banyak tersitasi dalam membantu pengambilan keputusan mengenai koleksi perpustakaan
Manfaat untuk Administrator Riset
  • Scopus sanggup menyediakan akses luas untuk mengevaluasi karya-karya ilmiah berupa publikasi yang dihasilkan oleh masing-masing individu peneliti dalam suatu institusi
  • Scopus juga berguna untuk melacak pengaruh karya ilmiah publikasi dari peneliti-peneliti atau departemen sehingga bisa membantu dalam memutuskan pengalokasian dana riset/sumber finansial
  • Administrator Penelitian juga bisa menggunakan Scopus dalam melakukan cek terhadap kandidat calon peneliti/profesor, terutama mengenai jumlah sitasi, h-index, dan membandingkannya terhadap peneliti/profesor lain di bidang ilmu yang sama
Pentingnya Scopus bagi Manajer Riset
  • Memperbaiki time-to-market – Manajer Riset dalam suatu perusahaan dapat mengakselerasi proses inovasi dengan cara peningkatan produktivitas dan efektivitas riset
  • Mengurangi kebuntuan dan kegagalan – Scopus dapat memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis pengetahuan (knowledge-based decision making) dan porses validasinya
  • Mencari peluang dalam pasar – Manfaat Scopus juga meliputi perbandingan/benchmark terhadap kompetitor dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka
  • Menemukan pemimpin-pemimpin berpemikiran terbaik – Mencari talenta-talenta pemikir dalam suatu industri/keahlian spesifik
  • Melakukan cek menyeluruh terhadap karya ilmiah, sitasi, dan h-index dari kandidat peneliti serta membandingkannya terhadap orang lain di bidang yang sama
Kegunaan Khusus bagi Editor dan Penelaah (reviewers)
  • Scopus sangat berguna bagi editor jurnal ilmiah untuk mengidentifikasi dan menghubungi ahli-ahli yang berpotensi menjadi anggota dewan redaksi
  • Editor jurnal juga mendapat manfaat dari Scopus dalam mengevaluasi karya-karya sebelumnya dari seorang penulis
  • Manfaat Scopus juga meliputi pencarian dan evaluasi baik terhadap penelaah maupun penulis untuk meninjau manuskrip-manuskrip dan isu-isu tematik
  • Selain itu, Scopus juga menyediakan fasilitas untuk secara cepat meninjau performa dan cakupan dari jurnal-jurnal yang lain
  • Dan Scopus juga sanggup dipergunakan untuk memonitor tren terbaru jurnal-jurnal ilmiah, contohnya membandingkan cakupan dari sebuah jurnal terhadap pola perubahan jumlah sitasi, apakah terdapat pengaruh atau tidak.
 sumber :
http://www.resendeve.com/newsletter/knowledge/scopus-apa-isi.html
http://www.resendeve.com/newsletter/knowledge/manfaat-scopus.html

Rabu, 03 Mei 2017

Hubungan Web Science dengan Disiplin Ilmu

WEB SCIENCE SEBAGAI PENGHUBUNG ANTAR DISIPLIN ILMU

Ketika membahas Web Science kita menggunakan dua istilah ilmu yaitu ilmu fisika dan ilmu komputer. Web science adalah kombinasi dari keduanya. Web science menggabungkan penelitian dari disiplin ilmu yang beragam seperti Sosiologi, Ilmu Komputer, Ekonomi dan Matematika.

Menurut ilmuwan komputer Amerika Ben Shneiderman : “Web Science” adalah pengolahan informasi yang tersedia di web dalam hal yang sama dengan yang diterapkan pada lingkungan alam. Web Science Institute menjelaskan Web science sebagai fokus “kekuatan analitis peneliti dari disiplin ilmu yang beragam seperti matematika, sosiologi, ekonomi, psikologi, hukum dan ilmu komputer untuk memahami dan menjelaskan Web.” Tentunya, web science juga berperan dalam hubungan antara manusia dan teknologi. Salah satu contohnya adalah Health Web Science muncul sebagai sub-disiplin dari Web Science yang mempelajari bagaimana memanfaatkan Web untuk meningkatkan kesehatan manusia.

Menurut Bernes-Lee, Web Science merupakan kajian sains dari Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana peneliti melakukan pendekatan terhadap Web untuk membuat berbagai inovasi. Menggunakan teknik ilmiah dan matematika yang kuat dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan inovasi. Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0. Sejak diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar biasa. Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee, 2006] banyak menekankan pada trend perkembangan Web, tantangan dalam pengembangan Web, pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi, dan mengidentifikasikan varian dari penelitian Web secara ringkas.

Web mengubah cara para ilmuwan untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan mengembangkan inovasinya. Semakin hari kebutuhan akan web sangat dibutuhkan oleh para ilmuwan. Peneliti sangat bergantung pada Web, tetapi tidak memiliki suatu ‘wadah’ untuk lebih leluasa menjelajahi Web. Karena, pada awalnya, mereka tidak sepenuhnya mempunyai ‘akses’ dengan komunitas riset Web. Oleh karena itu, dicetuskanlah Web Science untuk memenuhi kebutuhan ilmuwan. Web Science menjadi jenis media yang baru dengan akses semakin luas diiringi dengan peningkatan keamanan privasi jaminan dan kontrol informasi di Web. Web Science juga menjadi sumber data dengan basis pengetahuan luas, karena Web Science merupakan ilmu interdisiplin, penghubung antar disiplin ilmu.

Web telah membuat kehidupan kita semakin mudah dan kaya dari wujud teknologi. Semua itu mempengaruhi lini kehidupan manusia, lingkungan, ekonomi, sosial dsb. Banyak gerakan dan kegiatan yang gencar disuarakan terhadap lingkungan dan alam diinternet. Peduli lingkungan, sesama, dsb semakin ramai, menjadikan web tempat sosialisasi, memberitahu, menjalin hubungan kepada orang-orang diseluruh dunia yang memiliki keinginan yang sama. Gerakan seperti stop global-warming, foundation, stop bullying dll. Ekonomi juga mendapatkan dampaknya dengan semakin berkembang pesatnya dengan adanya website. Mulai dari perseorangan, start-up hingga perusahaan skala internasional mengembangkan usaha dan produknya keseluruh dunia, mendatangkan benefit dan network semakin luas. Di lini kehidupan sosial pun tak ketinggalan, sosial media menjadi lifestyle bagi masyarakat dunia sekarang ini. Saling berhubungan secara real-time dan selalu terkoneksi. Bagaimana mereka mengembangkan brand, personal, dll untuk mendongkrak value.

Banyak sekali pengaruh web terhadap berbagai sisi kehidupan kita. Hal yang terpenting dalam setiap penggunaan teknologi adalah bagaimana kita menyikapi dan menggunakannya. Jika dalam konteks positif, pasti kita akan mendapatkan feedback yang positif pula. Begitupun sebaliknya.

Selasa, 25 April 2017

Kumpulan Soal-soal Graph Berarah

1. Apa yang dimaksud dengan Graph Berarah?

Jawab :

Graph berarah (directed graph atau digraph) adalah Graph yang setiap sisinya diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah

2. Apa yang membedakan Graph berarah dengan Graph Tak Berarah

Jawab :

Urutan simpul dalam sebuah busur tidak dipentingkan sedangkan graph berarah sebaliknya

3. Sebutkan 3 jenis keterhubungan pada graph berarah ?

Jawab :

Terhubung lemah, terhubung unilateral, terhubung kuat.

4.

Sebutkan arkus yang terkandung dalam graph berarah diatas

Jawab :

Graph tersebut terkandung 7 arkus, yaitu: (1,2),(1,2),(1,3),(1,4),(3,2),(4,3),(4,4)

5.

Panjang walk dari graf diatas adalah…

Jawab :

Panjang walk adalah 6, karena panjang walk = banyak ruas

6. Barisan simpul C, A, B, D, E, B disebut ….

Jawab :

Trail, karena walk dengan semua ruas dalam barisan berbeda

7. Rank dari graf pada nomor 5 adalah…

Jawab :

Diketahui: n=5; k=1

Rank = n – k

Rank = 5 – 1

Rank = 4

8. Diameter dari graph diatas adalah ….

Jawab :

Jarak maksimum dalam graph diatas adalah 4 , yaitu antara A-B, A-E, C-B, C-E), jadi diameter = 4

9. Nyatakan graph dibawah ini kedalam matriks hubung

Jawab :

Graf tersebut terdiri dari 5 titik (v1 … v5) sehingga matriks hubungnya adalah matriks bujur sangkar 5 x 5.  jadi bentuk matriksnya adalah :

10.

Gambar diatas adalah salah satu jenis keterhubungan digraph berarah, yaitu…..

Jawab:

Terhubung Unilateral

 

 

 

Kelompok

Bayu Choirul Imam                    51415281

Chelviando Erorl                        51415464

Erra Anggi Hasian C                  52415262

Fikra Rachmania                        52415665

Haekal Moch Dhia U                  52415979

Made Chandra K W                   53415977

Meidelin Sipa P                         54415116

Ori Defikri                                 55415281

Rabu, 29 Maret 2017

Web Science

Pengertian Web Science :
 
Web Science adalah ilmu pengetahuan untuk membuat dan memanipulasi web, Web adalah kumpulan halaman yang dapat menampilkan informasi berupa gambar, animasi, tulisan, suara maupun gabungan dari keseluruhannya yang bersifat statis atau dinamis yang dapat membentuk rangkaian yang saling terkait yang dihubungkan dengan banyak link. Science adalah ilmu pengetahuan yang didapat dan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat untuk memberi informasi yang akurat.

Sejarah Web Science :

Web Science didirikan pada tahun 2006 dengan nama Web Science Research Initiative (WSRI). Web Sicence ini awalnya adalah hasil dari Memorandum of Understanding antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Ambisinya adalah mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web. Sejak pertama kali diluncurkan, konsep Web Science sudah menyebar secara meluas dan mengukuhkan diri sebagai area aktifitas yang penting.
Aktifitas WSRI fokus pada (i) artikulasi agenda penelitian untuk komunitas scientific, (ii) mengkoordinasi pengembangan materi pembelajaran Web Science dan (iii) mengikat pemikiran tentang kepeminpinan pada sektor yang berkembang ini.
Untuk melanjutkan aktifitasnya dan mendukung pengembangan Web Science secara global, para direktur WSRI membuat badan amal-the Web Science Trust (WST). WST berkerja sama dengan World Wide Web. Golnya adalah untuk mendorong partisipan luas dalam pengembangan Web Science. the Foundation mempunyai misi untuk meningkatkan Web. the Trust dan the Foundation mempunyai kesamaan komitmen untuk melanjutkan disiplin dari Web Science dan akan bekerja bersama pada beberapa proyek yang memperbaiki pengertian tentag Web Science dan mempromosikan dampak positif Web Science pada masyarakat luas.

Sejarah WEB:

WWW atau World Wide Web. Sebuah kata yang sangat tindak asing di telinga kita. Terutama anda yang sering mondar -mandir di dunia maya. Jika ingin masuk ke suatu website pasti anda mengetik awalan tersebut. Misalnya anda ingin membuka akun facebook anda, di kotak alamat anda pasti mengetikkan www.facebook.com. tahukah anda sejak kapan penulisan www mulai dipakai di jagat web?.
Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (lebih dikenal dengan nama CERN), di kota Geneva dekat perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Dibulan Maret 1989, Tim Berners dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik.
Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer-komputer yang menggunakan Sistem Operasi UNIX, dan belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemakai komputer saat itu yang telah menggunakan Windows. Tetapi semua ini berubah setelah munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications).
Di bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan saja, Mosaic telah menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Kemudian NCSA mengembangkan versi-versi Mosaic lainnya untuk komputer berbasis UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.
Di bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan saja, Mosaic telah menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Kemudian NCSA mengembangkan versi-versi Mosaic lainnya untuk komputer berbasis UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.
Pada tahun 1994, Marc Andreesen meninggalkan NCSA, dan kemudian bersama Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics, membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft.
Pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World WIde Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web.
Pada awal perkembangannya, sewaktu browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumalh pemakai Web telah mencapat sekitar 30-an juta pemakai diseluruh dunia.